bapak, nyuwun ngapunten nggih..

February 24, 2009 at 5:30 am | In senyum renungan | 2 Comments

pak, minta duit ya ? buat beli buku pak..mau skripsi

kira2 begitu ucapanku saat aku meminta sejumlah uang pada bapak. Bapakku hanya diam dan tersenyum. Tanpa curiga, beliau menyodorkan sejumlah uang yang menurutku tidak sedikit jumlahnya. Tanpa ucapan pesan nasihat.  Meski dalam hati aku yakin bapak menyimpan sejuta pesan dalam hati.

Ya, aku memang berniat untuk membeli buku dengan uang itu. Tapi apa mau dikata. Uang itu sekarang hampir habis tak bersisa tanpa terbelikan sebuah buku pun. Dan aku pun baru sadar. Uang itu memang bukan aku pakai untuk berbuat dosa meski dalam hati ini tetap merasa bersalah. Harusnya tak kupakai uang itu untuk beli inilah, beli itulah..Uang itu diamanahkan hanya untuk beli buku. Bukan yang lain.

Kini aku hanya bisa menyesal dan bingung. Harus cari darimana lagi duit itu? Aku hanya bisa berjanji pada diriku sendiri jikalau nanti saat gajiku sebagai asisten turun tak akan kupakai kecuali hanya untuk beli buku. Meski nominalnya tak sebanding dengan duit yang telah aku habiskan.

Ah..Penyesalan memang tak berguna. Meminta maaf pada bapak pun aku tak berani. Takut melukai hatinya. Takut mengkhianati amanahnya. Biarlah ini hanya bisa tersampaikan di blog. Pak, nyuwun ngapunten nggih. bapak iskandar

:-) cepet sembuh ya pak. moga sakit nya bisa menjadi penghapus dosa dan pahala kesabaran

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ha ha..
    awas din ntar bapaknya baca blognya loh.he he..

  2. wooo dasar bocah nakal….
    pletakkkkk……
    wes ra tak sangoni maneh…


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.